Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah stack apa yang saya pakai untuk membangun produk. Jawabannya tidak satu bahasa atau satu framework, karena saya biasanya memilih alat berdasarkan kebutuhan proyek, bukan karena sedang tren.

Komponen Yang Sering Saya Pakai

  • Frontend: HTML, CSS, Tailwind CSS, Bootstrap, React, Vue, NuxtJS, NextJS, dan Svelte
  • Backend: Laravel, Lumen, Express, Flask, CodeIgniter, PHP, Python, Java, dan C#
  • Mobile: Flutter, Kotlin, dan Java
  • DevOps dan cloud: Git, GitHub, GitLab, CI/CD, AWS, Google Cloud Platform, Azure, Vercel, dan Netlify

Prinsip Saat Memilih Stack

  • Pilih yang paling stabil untuk kebutuhan jangka panjang.
  • Utamakan kemudahan maintenance untuk tim dan pengguna berikutnya.
  • Jangan memaksa satu tool untuk semua masalah.

Kenapa Pendekatan Ini Cocok

Dengan kombinasi ini, saya bisa mengerjakan website company profile, internal tools, mobile app, sampai deployment pipeline tanpa harus mengubah pola kerja dari nol setiap kali pindah proyek.